"Tuhan Memberi Ruang Kepada Pengkhianat"
Saya mengenal beberapa politisi di Aceh yg menurut saya Aneh dia bisa dipercaya oleh suatu partai. Padahal sudah sangat terbuka kerjaannya makan uang partai dan ngibul. Saya berpikir mungkin saja semua yg ada dipartai itu memang koruptor dan tukang ngibul. Jika tidak bagaimana mungkin ia bisa dipercaya.
Atau mungkin saja partai itu pabriknya koruptor dan tukang ngibul rakyat di Aceh. Bahasa lain bisa juga partai itu ibarat babi yg ditunggangi perampok raja bual, maka ia lebih sempurna philosophinya.
Nah...kala ia jatuh jangan coba2 utk membantu menyelamatkannya karena anda akan dijadikan korban, dia tidak segan2 memutar haluan untuk meninggalkan anda meski sebelumnya ia berjanji dan mengharapkan bantuan anda.
Justru karena itu jika anda membangun politik hampir tidak berguna ketika tidak bisa memilih teman dalam politik, karena anda harus mengulangnya lagi membangun hal yang sama dan pekerjaan itu yg membuat anda terhalang sukses meski anda berotak cerdas.
Karena rata2 manusia itu punya bakat berkhianat sesuai dengan garis keturunan dan lingkungannya. Saya termasuk yg sabar dalam politik yg memberi kesempatan dan menguji orang atau teman tiga kali, tapi memang pada setiap moment penting Allah memperlihatkan tanda mereka setia atau berkhianat, biasanya di bahasa bicaranya yg memotong dan ingin dia di depan. Kalau anda berbaik hati tidak berfokus pada manajemen maka manusia itu beribu kali akan mengkhianati anda.
Saya pun heran, apakah Tuhan menyuruh melakukan pengkhianatan dalam politik karena mereka yg berkhianat itu justru menjadi pemimpin. Ataukah memang Aceh ranahnya pengkhianat yang tidak bisa diurus dengan manajemen yg lurus yg normal.
Secara logika pemimpin pengkhianat itu juga melahirkan pengkhianat, meski dalam manajemen memimpin diterapkan kedisiplinan yg ketahuan berkhianat akan dihukum atau ditembak. Tapi organisasi ini hanya bertahan dalam kehidupan Genk di kota2 besar.
Sementara dalam politik lebih sulit anda temui pengkhianat apalagi ia sdh jadi pemimpin, mungkin kader akan lebih sulit mengetahui karena mereka mengikuti siapa yg memberi fasilitas bukan siapa yg punya ilmu dan memiliki prinsip2 kepemimpinan sejati.
Karena orientasi bagi pengikut yg telah salah kaprah maka dimana2 menjadi pemimpin orang yg mampu menyogok. Padahal dari situ kita sudah bisa membaca bahwa mentalitasnya yg menghalalkan segala cara sebagai pemimpin dia bukanlah seseorang yang pantas dan layak untuk itu.
Tetapi itulah orang yg dicintai oleh rakyat pengikut di jaman ini. Mungkin saja Tuhan belum merubah nasib rakyat kita. Maka dilema ini masih terus berulang. Untuk berubah maka usahakanlah kuncinya mengangkat pemimpin janganlah dari kalangan bermenal pengkhianat.
Ditengah drakula anda harus mencari manusia, krn manusia yg bisa hidup disitu sudah pasti manusia sakti mandraguna, ketika ia memerintah maka ia akan mampu mengatur kehidupan anda bahkan kehidupan drakula sekalipun.
Salam
