Kreatifitas Adalah Skill Kepemimpinan Utama Jaman Ini

Kepemimpinan dijaman ini tidak bisa disamakan dengan masa lalu. Dunia begitu cepat berubah, waktu terasa begitu cepat berlalu, kebutuhan mengalami perubahan dan faktor lain yang harus beradaptasi bagaikan air bah.

Jika kepemimpinan statis maka sudah pasti ditinggalkan oleh perubahan dan akan sulit mengejar ketertinggalan itu. 

Kepemimpinan di jaman ini berkutat pada Kreatifitas, ia harus memiliki ilmu dan wawasan dalam metode2 yang menggulirkan perubahan, oleh karena itu mereka yang mendapat pendidikan, pembelajaran kepemimpinan akan lebih mudah membawa masyarakat beradaptasi dengan perubahan. 

Sebenarnya hal ini terjadi juga dimasa-masa yang lalu, dimana masyarakat yang dibelenggu dengan kepemimpinan tradisional mereka juga telah tertinggal kehidupannya, bahkan menjadi bahan lelucon para pihak yang lebih kreatif dalam memimpin.

Demikian juga pendidikan rakyat yang selama ini terfokus pada pekerjaan-pekerjaan perintah sebagaimana robot, tentu tidak mungkin dipertahankan dimasa ini karena pekerjaan atau skill yg dilakukan oleh manusia tidak pernah sempurna sebagaimana skill yang otomatis yang diprogramkan oleh manusia itu sendiri.

Memimpin saat ini menuntut kreatifitas untuk mengantarkan tahap-tahap pencapaian tujuan dalam memimpin itu sendiri. Tidak akan berhasil memimpin dengan menunggu dan mempertahankan dokumen-dokumen kepemimpinan lama yang sebatas memperlihatkan kewibawaan pangkat dan kedudukan dan bicara sebatas marwah bangsa. 

Karena tanpa kreatifitas dan keahlian serta keunggulan maka marwah itu dengan sendirinya menjadi tidak berharga. Karena kita masih bicara marwah dan kemuliaan sementara orang lain yang kreatif yang penuh dengan inovasi mampu menciptakan kebutuhan-kebutuhan dan kemudahan yang diperlukan manusia akan terus mengangkat marwahnya sementara kita akan bergantung kepadanya.

Lalu, apakah ada yang kita sebut bangsa mulia secara lahiriah? Menurut saya sama sekali keliru pandangan kita selama ini. Tuhan Maha Adil, Tuhan Maha Bijaksana, maka tidak ada satupun bangsa dibumi ini yang bisa merubah nasibnya jika bukan mereka sendiri yg merubahnya, caranya pemimpin yang kreatif, rakyat juga akan terdidik secara kreatif. Bukan mengikuti atau berjalan manggut-manggut dan menjilat pantat dibelakang bangsa lain menjadi pengikut sejati.

Demikian juga halnya rakyat daerah jika pemimpin tidak kreatif dan tidak bisa menghargai krearifitas rakyat, tidak bisa membangun kompetisi kreatif rakyatnya secara kualitas maka daerah akan tumbuh dan berkembang dengan kolusi dan nepotisme akhirnya korup.

Ketika mentalitas korup maka kepercayaan hilang, dengan kepercayaan hilang maka pemimpin tidak bermakna, dengan tidak bermakna pemimpin maka masyarakat jadi liar, dengan liar berantakan, dengan berantakan hancur dengan hancur dijajah dengan dijajah jadilah bangsa Budak.

Salam







 




Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil