Bagaimana Perubahan Dalam Politik
Oleh : Good Fathers
Banyak orang mendefinisikan sebuah perubahan dalam dunia politik sebagai usaha merebut dan mengganti penguasa sebelumnya. Persepsi ini menjadi persepsi awam dan berlaku secara masif dikalangan masyarakat umum di negara kita.
Katena itulah terjadi gesekan dalam sistem kekuasaan kelompok politik yang sangat mengkuatirkan bagi perkembangan pendidikan politik masyarakat Indonesia. Lalu dorongan politik membawa prilaku kandidat melakukan sesuatu yang berbalik dengan kebijakan pemerintah yang sudah berlangsung satu atau dua periode masa jabatan presiden.
Apa yang membuat penulis mengantarkan narasi ketengah rakyat agar masyarakat berpikir jernih dan tidak mensia-siakan masa lalu yang dilalui dengan karya dan sejarah perkembangan kepemimpinan anak bangsanya sendiri.
Sesunguhnya pendidikan politik memegang peranan penting dalam pematangan dan pendewasaan rakyat disuatu negara. Apalagi dalam politik yang konstitusi negaranya menggunakan demokrasi sebagai alat pengambilan keputusan rakyat.
Selanjutnya rakyat harus mampu meletakkan dasar atau landasan yang kuat dalam berpolitik dan bernegara. Beberapa hal yang harus diutamakan adalah sebagai berikut :
Pertama, Bahwa politik tidak mungkin bisa merubah hidup rakyat secara serta merta dan segala sesuatu yang berlaku dalam politik perlu dipahami hanya sebagai bahagian yang bisa menjadi alat politik umtuk membuat perubahan yang fundamental bagi kepentingan politik rakyat dalam mencapai tahapan kedaulatannya.
Kedua, Demokrasi adalah alat yang memberi jalan bagi kompromistik para pengambil kebijakan publik yang membawa pada langkah diplomasi cerdas bagi pelaku politik dan juga rakya. Sesungguhnya demokrasi adalah alat utama bagi berlakunya musyawarah sementara vooting adalah alternatif terakhir dalam pengambilan pendapat rakyat. Lalu rakyat Indonesia mengumandangkan pemilihan langsung oleh rakyat sebagai kompetisi yang berdampak memecah belah rakyat itu sendiri.
Ketiga, Konsolidasi demokrasi, konsolidasi politik bagi sebuah bangsa adalah keharusan ketika kedewasaan politik rakyat mencapai tahapan standarnya. Sehingga tidak menimbulkan istilah-istilah yang memecah belah bangsa sebagaimana dalam pemilu pemilihan presiden yang lalu dimana fenomena kadrun dan cebong menjadi nuansa hidup rakyat Indonesia.
Keempat, Fungsi Funding Fathers sangat dibutuhkan oleh suatu bangsa sebagaimana bangsa Indonesia yang sedang berkembang. Setiap partai politik tentu butuh seseorang yang lebih matang dalam politik dan dianggap sebagai negarawan sejati, mereka tidak menjalankan platform perjuangan politik partainya, tetapi mereka adalah pemikir bangsa yang hanya menjalankan fungsi platform perjuangan bangsanya dan mereka adalah pemikir kebangsaan yang berada diatas partai politik. Dalam partai politik juga melakukan produksi terhadap tokoh-tokoh politik bangsa ini, tidak sebagaimana yang kita lihat selama ini bahwa kekuasaan partai politik menjadi kekuasaan pamungkas dalam pembangunan masyarakat Indonesia.
Kelima, Ketua Umum partai politik di Indonesia tidak sebagaimana kekuasaan dewa yang terlihat sangat absolut. Mereka dibiarkan memegang mandat dari seluruh anggota untuk membuat keputusan sebagaimana keputusan tuhan yang sesuka hatinya yang tentu dapat menentukan nasib dan takdir anggotanya. Seharusnya partai politik yang dibentuk karena konstitusi Republik Indonesia perlu menganut sistem kolektif kolegial atau seorang ketua umum partai politik menjalankan peran dan fungsi kordinatif dalam kepemimpinan pusat Partai Politik tersebut.
Bye
