Politik Partai, Sekedar Politik Agen Jabatan Dalam Pemerintah




Oleh : Tarmidinsyah Abubakar (Good Fathers)

Politik partai saat ini terdegradasi dalam politik sebatas lembaga keagenan jabatan dalam pemerintahan, tidak lebih tinggi melebihi politik para birokrasi yang sesungguhnya berorientasi pada administrasi di daerah.

Hal inipun hanya diperankan oleh partai politik pemenang pemilu di Indonesia. Beberapa tahun lalu partai pemenang pemilu di Indonesia adalah partai Demokrat, sementara pemenang pemilu di Aceh adalah Partai Aceh.

Saat ini partai pemenang pemilu di Indonesia adalah PDIP, sementara pemenang pemilu di Aceh masih Partai Aceh. 

Lihatlah fenomena politik kita, lihat saja apa yang terbesar yang bisa dilakukan oleh pemimpin partai politik untuk membawa masyarakat Aceh kepada tahapan kesejahteraannya sebagaimana tujuan bernegara.

Apakah pemimpin partai politik kita mampu melahirkan pemimpin rakyat daerah yang berkualitas sebagai pemimpin politik?

Apakah pemimpin daerah kita memiliki mentalitas sebagaimana seorang pemimpin politik dan pemimpin sosial?

Fungsi dan tugas utama partai politik adalah mengangkat kader-kader pemimpin rakyat dari masyarakat. Apakah hal ini berjalan sebagaimana Undang-Undang partai politik?

Jika tidak, maka tunggulah saatnya terjadi perubahan yang membuat partai politik terdegradasi, indikatornya adalah kebanyakan kader partai politik tidak memiliki kemampuan menjadi pemimpin di daerah.

Kenapa? Tentu saja karena partai politik tidak dipimpin untuk membangun sistem politik demokrasi yang baik bagi masyarakatnya. Seharusnya partai politik harus dibangun dengan kajian-kajian serta ide-ide pembangunan rakyat bukan hanya sebatas mementingkan sebagai media untuk sekedar mengantarkan mereka ke kursi parlemen.

Tahapan degradasi partai sampai pada tahapan bahwa partai politik akan menjadi bahan lelucon masyarakat dan masyarakat hanya memandang mereka sebagai pemenuhan sebatas hiburan bagi masyarakat.

Kalau sampai kepercayaan kepada partai politik ini lemah, maka calon kepala daerah akan bermunculan dari kalangan elemen masyarakat lain, misalnya dari akademisi dan dari unsur ulama serta tokoh masyarakat lain yang tidak berkaitan dengan politik partai.

Satu Box = 5 Saset, 1 Saset 2 Kali Pakai, Harga Rp. 250.000,-
Transfer 0431232969, Kirim Alamat Ke  0838-1922-8233


Masih beruntung jika muncul dari kalangan politisi yang tidak berpartai politik dengan berbagai pertimbangan kondisi partai politik.

Karena itu ada masa partai politik akan runtuh kepercayaan rakyat dimana semua masyarakat akan menganggap kaki tangan partai adalah sebagai perusak rakyat.

Kenapa demikian? Tentu saja karena partai hanya dipergunakan untuk sebatas alat mengumpulkan kekayaan dan mereka hanya bisa memperalat partai untuk kepentingan pribadi dan kelompok konspirasinya.

Kelanjutan partai politik dalam trust sosial juga hanya akan dianggap menjadi lembaga yang memisahkan pemerintah dengan rakyat sehingga  pemberdayaan warga negara menjadi stagnan.

Karena apa? Ya tentu saja karena uang yang seharusnya menjadi hak rakyat tetapi dipergunakan oleh DPRA untuk dana aspirasi mereka yang didistribusi kepada rakyat melalui bantuan sporadis yang bisa dipotong sebesar-besarnya untuk kepentingan DPRA sebagaimana uang untuk beasiswa.

Karena sistem anggaran yang sangat korup di Aceh maka dana pembangunan bisa saja hanya 5 (lima) persen kepada pembangunan rakyat. Hal inilah yang menyebabkan Aceh termiskin di Sumatera yang berbanding terbalik dengan jumlah anggaran negara yang dikucurkan oleh pusat ke provinsi Aceh.

Yang perlu diingat bahwa keberadaan partai politik yang minus ilmu pengetahuan politik akan membuat partai politik tersebut sebagai kering dan kerontang dan akan digantikan menjadi industri yang hanya menghasilkan dagang jabatan pemerintahan dan konspirasi politik yang pada akhirnya hanya menjadi musuh terselubung rakyat sesungguhnya.

Salam








Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil