Gubernur dan Wakil Gubernur Dalam Pola Hubungannya
By : Goodfathers
Kita sering mendapatkan daerah yang dipimpin oleh kepala daerah tingkat provinsi, kabupaten dan kota mengalami disharmoni diantara keduanya.
Sesungguhnya daerah seperti ini dapat disimpulkan sebagai daerah bermasalah dalam kepemimpinannya. Apalagi disharmoni itu hingga mencapai waktu tahunan atau satu kali anggaran daerah.
Harmonisasi kedua pimpinan daerah tersebut adalah menjadi indikator sebuah daerah dapat diharapkan mencapai tahapan dalam kesejahteraan atau tidak bisa diharapkan dalam menjalankan arah dan tujuan kedaulatan rakyat dalam jalannya konstitusi negara.
Lalu, sesungguhnya apa yang kita harapkan?
Kembali pada UU sebagaimana kedudukan kepala daerah dan wakil kepala daerah sebagaimana mestinya.
Satu Box = 5 Saset, 1 Saset 2 Kali Pakai, Harga Rp. 250.000,-
Transfer 0431232969, Kirim Alamat Ke 0838-1922-8233
Bagaimana semestinya tersebut?
Perlu diingat bahwa kedudukan Wakil Kepala Daerah misalnya Wagub, Wabup, Wakil Walikota adalah alter ego kepala daerah.
Apa alter ego?
Alter ego adalah orang kepercayaan utama kepala daerah.
Lalu, bagaimana kedudukan dan fungsi serta sikap kepala daerah itu sendiri yang harus diharapkan oleh rakyat?
Kepala daerah wajib percaya pada wakilnya dan memanage wakilnya sebagai orang kepercayaan utamanya.
Bila tidak mampu dan sebaliknya maka sama dengan dia tidak mampu dalam kepemimpinan daerah.
Lalu, kalau ada yang justru bertentangan keduanya?
Maka itulah indikator utama faktor yang menghancurkan daerah anda.
Kalau wagub atau wabup serta walikota yang melawan? Itulah prilaku wakil kepala daerah yang tidak bisa dotolerir oleh masyarakat untuk memberi kepercayaan kepadanya untuk dipilih oleh rakyat.
Kenapa? Tentu saja karena karakternya memang demikian. Karena fungsi dan tugasnya dia tidak memahaminya, kalau dia paham dia tidak akan punya waktu untuk bersentimen dengan kepala daerah karena sibuk meluruskan masyarakatnya.
Kepala daerah bagaimana? Tentu saja sudah pasti memaksimalkan tugas dan fungsinya untuk membangun dan mengembangkan rakyatnya.
Bagaimana jika kepala daerah berprulaku sebaliknya? Jawabannya kepala daerah tersebut tidak cukup kapasitasnya sebagai pemimpin rakyat.
Dengan kata lain tidak cukup ilmu dan kualitas sumber daya manusia dalam kepemimpinannya. Sebahagian besar mereka tidak terbuka dalam kepemimpinan dan tertutup dalam mengajari rakyatnya baik dalam politik dan bernegara.
Salam

