Beda Sistem Politik Komunis dan Sistem Politik Liberal, Siapa Sesungguhnya Komunis?
Bisnis Penambangan modal dari 10 Dolar Dapat 20 USD,
Klik Link : https://lcmining.com/pages/login/register?id=D3YEP2
Kode undangan D3YEP2
Tulisan ini harus dibaca sampai habis untuk memahami sebenarnya siapa yang memelihara ideoligi komunis dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Selama ini kita sering melakukan tuduhan kepada warga negara lain sebagai PKI atau Partai Komunis Indonesia yang berkonotasi prilaku buruk dan pelaku pembunuhan dan penyiksaan sadis kepada para petinggi pemerintah Indonesia dalam militer yakni terhadap dewan jenderal.
Ilustrasi tersebut menjadi sejarah kelabu bangsa Indonesia yang berlangsung tahun 1965 dan sering di historikan sebagai peristiwa lubang buaya, dan nama pemimpin partai PKI itu adalah DN. Aidit.
Generasi bangsa dan rakyat Indonesia yang tidak menyaksikan secara langsung dapat melihat peristiwa sejarah tersebut dari Film dan banyak buku serta artikel atau bacaan bacaan yang menerangkan peristiwa tersebut.
Karena peristiwa itulah akhirnya Partai Komunis Indonesia (PKI) dibubarkan melalui sidang MPRS tahun 1966 yang sampai hari ini belum dicabut.
Pertanyaannya adalah kenapa sistem politik komunis diberi izin di Indonesia dimasa presiden Soekarno atau masa awal kemeedekaan?
Jawabannya adalah karena dimasa itu negara Indonesia memposisikan dirinya sebagai negara non block yang juga mempertimbangkan sebagaimana politik luar negeri (ekternal) negara Indonesia yang bebas aktif. Karena dengan menjadi negara non block maka Indonesia adalah bebas bekerjasama dalam politik dan ekonomi dengan negara manapun baik negara-negara demokrasi maupun di block barat dan negara-negara komunis di block timur.
Sebenarnya posisi negara dan rakyat Indonesia yang bebas dari panjajahan (merdeka) sebagaimana pembukaan UUD 1945 yakni :
"Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan".
Tentu saja sebagai sebuah negara merdeka dan berdaulat maka Indonesia harus ikut dalam pergaulan dunia dengan negara-negara lain baik yang di block timur dipimpin Uni Soviet (sekarang Rusia) sebagai negara adikuasa yang berbasis sistem politik komunis.
Sementara di block barat dipimpin negara adikuasa Amerika Serikat yang berbasis sistem demokrasi.
Nah, sejak Orde Baru dan Orde Reformasi dan Indonesia memilih sistem politik Demokrasi dengan perubahan UUD 1945. Maka sudah seharusnya kehidupan sosial membangun budaya demokrasi dalam ruh kehidupan masyarakatnya baik dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Lalu kenapa ideology komunis tetap hidup dalam pemikiran rakyat, yang bahkan mereka tidak memahaminya?
Jawabannya adalah karena kecenderungan prilaku kepemimpinan dalam politik hanya dua model dasar yakni sistem kepemimpinan politik otoriter yang cenderung dianut dalam sistem Komunis karena mengutamakan negara dan membatasi hak kebebasan individu atau rakyat.
Kemudian sistem kepemimpinan Demokrasi yang di anut dalam sistem negara Liberalis yang mana mengutamakan hak rakyat dalam bernegara dan pemerintah juga dibangun dari rakyat dan untuk melayani rakyat. Maka rakyat dalam pemilu diberi kebebasan memilih dan mengatur hidupnya dalam bernegara melalui UU dalam semua sisi kehidupan, dimana UU tersebut dibuat oleh DPR yang merupakan para perwakilan yang dipilih rakyat.
Perbedaan Sistem Politik
Apa Perbedaan Sistem Politik antara sistem Komunis dengan Liberalis?
Untuk memudahkan pemahaman semua warga masyarakat maka penulis menjelaskan secara ringkas, inti masing-masing sistem politik yang sering dianggap sebagai Ideology atau ajaran hidup atau paham.
Sistem Politik atau Paham liberalisme atau Ideology Liberalis adalah ;
Menolak adanya pembatasan hidup rakyat, khususnya dari pemerintah dan agama, yakni mengutamakan hidup rakyat atau memuliakan hak hidup rakyat dalam semua sisi kehidupannya.
Sistem politik atau Paham Komunisme sebagai anti-kapitalisme, Yaitu :
Menggunakan sistem partai komunis sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal pada individu. Maka dalam negara komunisme cenderung berlaku sistem politik Single Party dimana Sekjend Partai Politik Ex Offosio Kepala Pemerintahan. Karena itu sistem perintah dalam politik dan bernegara juga berlaku sistem otoriter untuk kepentingan negara maka rakyat wajib patuh.
Perbedaan Sistem ekonomi
Dalam Sistem Liberalis, pemikiran ekonomi kapitalis, atau Kapitalisme yaitu : kepemilikan faktor produksi bebas dimiliki pihak swasta atau individu.
Pemikiran ekonomi komunis menghapus kepemilikan pribadi atas faktor produksi. Pada sistem ekonomi berlaku sistem Sosialis, hasil produksi dibagi berdasarkan upaya dan kontribusi masing-masing anggota masyarakat terhadap negara.
Dimanakah rakyat sering terjebak dalam sistem politik komunis?
Jawabannya adalah ketika rakyat yang kondisi ekonominya dibawah standar maka mereka menuntut keadilan ekonomi pada negara atau pemerintah, dimana keadilan tersebut justru terdegradasi pada materialistik seperti bantuan uang dan fasilitas yang seadilnya dari negara.
Berbeda sebagaimana keadilan dalam sistem politik liberalis dan ekonomi Kapitalis yakni sikap keberpihakan pemerintah dalam kebebasan warga negara dan membebaskan campur tangan pemerintah dan pemerintah hanya berwenang membebankan pajak sebagaimana diputuskan oleh wakil rakyat dan dieksekusi oleh pemerintah yang dipilih oleh rakyat itu sendiri.
Timbul pertanyaan, kalau sebahagian besar elemen masyarakat yang menuntut keadilan ekonomi yang adil dan merata dalam materialis seperti bantuan langsung dan fasilitas lain, subsidi bahan bakar, listrik, gas dan lain-lain yang masuk dalam katagori sistem ekonomi sosialis.
Maka tanpa memahaminya maka rakyat tanpa sadar sedang dalam menjalankan sistem politik dan ekonomi Komunis dimana campur tangan pemerintah dalam hidup rakyat secara total.
Karena itu dalam sistem hidup rakyat yang jauh dari kemandirian maka sistem komunis tidak mungkin dapat dihambat meskipun partai politik seperti PKI sudah dilarang tetapi ideologinya tetap saja tumbuh subur dalam masyarakatnya.
Nah, sekarang timbul pertanyaan berikutnya, siapakah yang komunis dalam rakyat Indonesia?
Jangan-jangan mereka justru yang sering menuduh warga negara lain sebagai PKI atau Komunis. Semoga anda sadar!!!
Salam

