Mendukung Jabatan Politik dan Mendukung Bisnis Anda, Yang Mana Anda Pilih?
Oleh : Godfathers
Enam dari sepuluh bisnis yang membuat orang kaya adalah bisnis jaringan yang membawa keuntungan semua orang yang berpartisipasi di dalamnya.
Sementara bisnis lain di warnai oleh properti dan perdagangan serta bisnis finansial yang ada disetiap sudut bumi ini.
Sebuah produk jasa yang dilahirkan meskipun sangat produktif namun tetap saja kebutuhan memasarkannya dalam jaringan sosial, sehingga semua orang bertujuan menyukseskan distribusi produk jasa dimaksud.
Sebagaimana produk mesin penambang (minning) crypto yang meski produk tersebut sudah merupakan produk unggulan namun tetap saja butuh jaringan mengembangkannya kepada masyarakat umum.
Terlepas dari daya penunjang investasi yang saling terkait dimana perusahaan membutuhkan uang investasi masyarakat, sebaliknya masyarakat juga membutuhkan untuk mendapat deviden dari perusahaan untuk pengembalian modal dan keuntungan mereka.
Ini hanya berlaku dalam hukum kausalistik yang saling membutuhkan dan tidak perlu dicari siapa yang lebih memerlukannya.
Hal ini sama dengan hukum politik partai atau konstestan calon presiden, calon gubernur, calon bupati dan para wakilnya yang butuh investasi masyarakat dalam kemenangannya, kalau masyarakat sejahtera tentu saja akan membiayai politik dengan swadaya masyarakat dimana masyarakat mengeluarkan biaya mereka untuk mengembangkan dukungan mareka melalui donatur dalam masyarakat sendiri.
Sebaliknya pada masyarakat yang ekonominya lemah maka dukungan dan pengembangan jaringan yang mendukung perlu biaya dan investasi dari partai politik dan calon konstestan itu sendiri. Kondisi seperti inilah yang selalu melibatkan kapitalisasi pemodal dalam politik.
Karena itu maka nonsense (omong kosong) Relawan (volunteer) dalam memberi dukungan pada masyarakat yang ekonominya masih lemah dalam politik demokrasi. Karena hukum politik (sudah pasti berdampak korup) ketika kebutuhan primer masyarakat masih bergantung pada semua bidang yang menghasilkan atau menimbulkan uang dan fasilitas.
https://2xminners.ltd/?ref=tarabubakar
Kalau kita membaca sejarah pembangunan sistem demokrasi, misalnya di Amerika Serikat muncul volunteers atau relawan tidak serta merta tetapi dalam tahapan pengembangan sistem politik demokrasi dimaksud, pertimbangannya ketika pendapatan perkapita masyarakat sudah dalam katagori maju, minimal Delapan ribu dollar (8.000 USD) sampai Dua Belas Ribu (12.000 USD) ke atas.
Sementara masyarakat Indonesia masih berada di angka (4.000 USD). Dimana kebutuhan primer masyarakat masih bergantung pada pendapatan apa saja yang dianggap bisa memenuhi kebutuhannya.
Akibatnya maka kontestan politik mengumpulkan seluruh kekuatan uangnya untuk modal politik lagi pula kekuatan politik masih berorientasi pada kekuatan uang sebagaimana modal perusahaan atau modal usahanya.
Nah, karena itulah modal politik di negara berkembang sebagaimana negara kita adalah identik dengan modal usaha yang memproduksi uang bukan benefitas politik yang normatif atau trust sosial (kepercayaan rakyat).
Lalu apa yang anda pikir tentang politik dan sebuah mesin produksi (Mesin Penambang Crypto) mesin yang menghasilkan uang crypto yang bisa ditukarkan dengan uang fiat (uang tradisional) dalam kehidupan kita sehari-hari?
Jawabannya adalah tidak berbeda bahwa membangun jaringan bisnis tidak berbeda dengan membangun jaringan politik meskipun hasilnya terlihat berbeda karena waktu dimana bisnis menghasilkan uang secara langsung sementara politik menghasilkan uang pada waktunya yang sebelumnya di kompare dengan jabatan yang menjadi alat produksi uang dan dibagi kepada anggota yang berjasa memenangkan jabatan dimaksud.
Lalu, apa yang dijual oleh partai politik yang menjual produknya agama?
Jawabannya adalah mereka menjual agama untuk memudahkan semua orang terikat dan mudah mengekploitasinya karena bicara agama adalah berbicara sesuatu yang suci tidak bisa disinggung oleh sembarangan orang. Lalu apa sebenarnya yang diperebutkan dalam politik?
Jawabannya tidak lain adalah kursi parlemen, kursi kepala daerah yang pada akhirnya produktifitas yang diharapkan adalah uang dan fasilitas pada negara yang seharusnya dapat dipergunakan untuk menunjang pencapaian kesejahteraan masyarakat secara umum dan perlu diperjelas kepada semua masyarakat bahwa fasilitas tersebut adalah milik rakyat dan mereka menjalan serta mempergunakannya untuk kesejahteraan sebagaimana tujuan bernegara.
Pertanyaannya, kalau membangun politik berhenti pada sebatas bicara agama, bukankah hal ini sebagai politik buntung? Tidak berbicara kursi jabatan itu pada cara-cara mencapai produktifitas dalam membangun kesejahteraan rakyat sebagaimana konstitusi negara.
Secara gamblang saya ingin menyampaikan bahwa berbicara agama hanya sebatas berlaku baik dalam berjabatan kita tidak berbicara advanced secara langsung dalam memberdayakan masyarakat dalam mencapai tujuan politik bernegara.
Karena itu masyarakat tidak sadar terjebak dalam sentiment politik yang hanya berkutat siapa yang lebih alim dalam kompetisi hubungan dengan pencipta dan tidak seorangpun bisa mendeteksi keimanan seseorang kecuali hanya tuhan itu sendiri. Itulah sentiment politik yang akhirnya dapat menjadi alat pecah belah dalam pemahaman persatuan dan kesatuan dalam bernegara dan dapat menyudutkan pihak lain dalam politik bernegara.
Karena itulah maka politik yang normal secara ilmu normatif adalah ilmu politik bernegara, sebagaimana dasar negara, instrumen negara, dan tujuan negara, dan dipelajari oleh semua masyarakat secara global karena sistem politik kita adalah sistem politik demokrasi yang berlaku dalam politik di negara-negara belahan dunia yang lain.
Karenanya yang berbicara politik di daerah anda adalah berbeda dengan politik di daerah dan negara lain adalah orang yang tidak tahu ilmu politik bernegara maka dibawa ke dimensi yang berbeda, sesuai kekhasan tradisionalnya orang daerah tersebut yang tidak tersentuh dengan ilmu politik.
Lalu, jika kita sembali dalam ekonomi dan kita bicara kekuasaan ekonomi rakyat dapat menikmati kesuksesan ekonominya secara instan. Sementara politik jelas tidak anda akan bergantung kepada orang yang anda pilih, itupun kalau dia memenuhi komitmennya.
Pertama, Kalau ada pengujian kecerdasan kepada anda sebagai masyarakat, siapa lebih maju pemikiran masyarakat biasa yang fokus dalam politik dan masyarakat yang fokus dalam bisnis?
Jawabannya silakan berpikir sendiri untuk kemandirian berpikir warga masyarakat.
Kedua, Apakah jabatan politik yang menghasilkan uang berbeda dengan sebuah mesin yang juga menghasilkan uang?
Apakah anda akan memilih sebuah mesin daripada memilih mendukung suatu jabatan politik pada seseorang?
Jawabannya juga silakan berpikir sendiri untuk kemandirian warga masyarakat supaya lebih maju.
Ketiga, Yang manakah lebih mudah anda menyewa sebuah mesin penghasil uang dengan memilih dan berinvestasi mendukung orang untuk merebut jabatan politik dalam aktivitas anda?
Lagi-lagi saya percaya kepada anda untuk berpikir merdeka agar warga
Indonesia dan Aceh menjadi masyarakat mendiri yang mandiri dan tidak diatur dalam kebodohan dengan uang dan fasilitas pejabat politik.
Karena itulah saya menyediakan link bergabung pada mesin penambang crypto yang dinamakan Minning dan menyediakan capres yang juga bisa didukung tetapi saya berharap bahwa hidup anda akan lebih baik memilih mesin penghasil uang yang langsung berfungsi. Silakan ambil keputusan oleh sendiri dan menjalankan bisnis anda sendiri.
https://2xminners.ltd/?ref=tarabubakar
Investasi anda dapat dimulai dengan 10 USD yang akan berkembang menjadi berpuluh kali lipat sebagaimana kemampuan anda mengembangkan jaringan anda sebagaimana jaringan politik.
Kalau ini bisa berjalan dengan baik maka memilih capres adalah menjadi pekerjaan kedua sementara mengembangkan ekonomi adalah prioritas untuk kehidupan dan kemandirian diri anda sendiri.
Berikut ini link untuk mendaftar :
https://lcmining.com/pages/login/register?id=D3YEP2
Lapor pada saya untuk masuk dalam grub groub Minning crypto Indonesia.
Silakan mempelajarinya sendiri dan ambil keputusan sendiri, dan keberadaan perusahaan mereka sebagai penyelenggara menjadi alat utama yang membuat pengaruh pada diri anda sendiri.
Salam