Sebaik-baik Jabatan Dalam Politik Adalah Yang Memerdekakan Diri Dan Pengikut
Oleh : Tarmidinsyah Abubakar
Mau Bisnis :
Daftar pada link berikut :
Kenapa demikian? Jawabannya adalah karena anda hidup di negara yang menganut konstitusi demokratis. Itulah hakikat kekuasaan demokratis yang berorientasi pada kepercayaan (trust) sosial kepada pengendali kekuasaan.
Lihatlah kehidupan presiden Uruguay, Mujica yang menjadi presiden termiskin di dunia. Ia hidup dengan rumah tua dan mobil volk wagon tuanya, dimana orang tidak menyangka ia seorang pemimpin bangsa didunia. Lantas memilih membagikan 90 persen gajinya kepada orang-orang kesusahan dalam hidup, karena dia tahu apa yang dipingkirkan oleh masyarakatnya.
Dengan sedikit harta maka dia bisa membebaskan (memerdekakan) dirinya dan dia bisa bebas menyuarakan keadilan kepada rakyatnya.
Dengan mengkondisikan dirinya sebagaimana kondisi rakyat biasa maka segala rasa pada rakyat dan penderitaan pengikutnya menjadi sesuatu titik yang harus diperjuangkan ketahapan yang sejahtera sebagaimana cita-cita konstitusi negaranya. Lihatlah apa yang menjadi cita-cita negara terhadap rakyatnya?
Strategi Pembangunan Rakyat Daerah
1. Tujuan Negara Dalam Pembangunan Rakyat Sebagaimana Konstitusi Negara.
Tujuan sebahagian besar negara di dunia adalah menuju masyarakat adil dan makmur, negara harus dipimpin oleh pemerintah untuk proses tahapan menuju ke arah tersebut. Tahapan-tahapan dalam pencapaian kearah itulah seharusnya menjadi konsentrasi pemerintah.
Negara tidak mengenal tujuan hidup lebih alim pada masyarakat secara umum apalagi Indonesia negara dengan lima agama, tidak mungkin tujuan dan cita-cita negara berorientasi pada kealiman dan keimanan suatu agama saja. Karena itulah maka semua warga rakyat Indonesia harus memahami tujuan negara yang sesungguhnya.
Kemudian tujuan daerah juga tidak berbeda dengan tujuan negara, maka bila ada tujuan berdaerah yang berorientasi pada tujuan selain tujuan kesejahteraan rakyat, misalnya terorientasi dalam tujuan beragama maka tidak berbeda bahwa daerah tersebut sedang berjalan dalam rel yang diluar jalur.
Karena itu maka ketika masyarakat melakukan evaluasi maka peningkatan tujuan bernegara tidak pernah bisa dicapai tahapan menuju pembangunan rakyatnya.
Lalu rakyat di daerah bertanya dan selalu merasa bahwa kepemimpinan daerah dan fungsi wakil rakyat selalu saja mengecewakan setiap periode berakhir jabatannya.
Pertanyaannya, kenapa? Jawabannya karena peran dan fungsi pelaku pemerintahan hanya sekedar memperlihatkan mereka alim dan taat dalam beragama. Lalu masyarakat memyampaikan pujian kepada pemimpin yang sekedar alim itu. Sementara tahapan kesejahteraan hidup rakyat tidak sedikitpun mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.
2. Tujuan Negara Dalam Pembangunan Sosial (Mentalitas Rakyat).
Adapun tujuan negara dalam kehidupan sosial di Negara kita adalah membangun kehidupan bersama yang diiringi dengan semangat kebhinekaan karena rakyat Indonesia terdiri dari berbagai latar belakang dan etnis, suku dan dari berbagai daerah.
Secara khusus sesungguhnya perlulah dibentuk profil standar personal warga masyarakat Indonesia yang sesuai dengan kebangsaan Indonesia itu sendiri. Hal ini yang perlu dikejar oleh pemimpin negara dan daerah dimana saja mereka berada dalam wilayah Indonesia dari Sabang sampai Maurokee.
Kalau itu tujuan yang dipikirkan maka pada umumnya semua orang Indonesia harus terpenuhi profil nasionalis dalam dirinya. Selanjutnya nilai daerah adalah sebagai profil tambahan yang bisa membedakan mereka dalam berbagai pribadinya yang tentu tidak melewati batas profil standar mereka dalam nasionalnya.
Jadi pembangunan manusia Indonesia adalah pembangunan dari dalam atau mentalitas berbangsa dan bernegara. Misalnya profil manusia Indonesia yang memiliki agama dari lima agama yang berlaku, manusia Indonesia memiliki pekerjaan dan pendapatan dari berbagai bidang dan kelengkapan lain-lain.
Lalu kenapa pembangunan rakyat itu tidak pernah bisa dicapai, dan masyarakat hanya mendapati tambahan beberapa pembangunan fisik infrastruktur yang akhirnya justru terbengkalai karena kelalaian mereka sendiri.
Nah, bagaimanakah strategi utama membangun rakyat dalam kepemimpinan?
Karena media terbatas kita hanya membahas secara ringkas satu saja syarat yang wajib bagi pemimpin dalam membangun.
Yakni adalah pembebasan dirinya dan pengikutnya dalam hak hidup sebagai manusia merdeka yang memang hak tersebut dijamin oleh semua bangsa-bangsa di dunia.
Lalu bagaimana membebaskan dan memerdekakan diri dalam kepemimpinan rakyat?
Pemimpin daerah perlu cerdas dalam memposisikan diri sebagai pemimpin, sehingga rakyatnya terkonsolidasi dalam kepahaman yang solid untuk menjadi rakyat yang utuh. Karena itulah maka pemimpin harus memahami kehidupan yang demokratis, memahami hak-hak hidup dan kewajibannya.
Memahami etika hidup bernegara, memahami kewajibannya dalam bernegara. Dalam politik rakyat harus mengedapankan etika dan tujuan rakyat dalam bernegara.
Apakah anda berpikir demokrasi itu adalah sebagai sebuah kata yang dapat diwujudkan secara sederhana?
Itulah kesalahan masyarakat, pejabat dan wakil rakyat kita berpikir selama ini. Karena mereka berpikir pragmatis tanpa yang penting ada demokrasi tanpa memahami hakikat dasarnya dan kandungan nilai dalam implementasi sistem demokrasi maka semua bidang pembangunan berlangsung dalam pembangunan preman kampung (hantam kromo).
Sehingga hal-hal yang seharusnya sangat penting dalam tahapan proses menjadi terabaikan dan pembangunan masyarakat meninggalkan nilai yang ideal dalam pembangunannya.
Sebagaimana kepemimpin presiden Uruguay Mujica yang memelihara semangat hidup saling merasa dalam kehidupan rakyatnya. Karena itulah ia berkorban menjadi presiden termiskin di dunia yang dirindukan rakyatnya.
Untuk perubahan sosial, perubahan nasib suatu rakyat membutuhkan pengorbanan yang hanya bisa dihargai oleh orang-orang yang memahami perubahan sosial dimaksud. Tidak banyak warga negara yang berpikir sampai ka arah tersebut, hanya beberapa saja, mereka semakin langka.
Salam