Bagaimana Seharusnya Kordinator Calon Presiden Di Daerah ?

https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2473918599303548


Oleh : Tarmidinsyah Abubakar (godfathers)

Banyak kader politik daerah yang terlibat dalam pemenangan calon presiden untuk menjadi tim daerah dalam pemenangan.

Ada perbedaan cara pandang terhadap mereka yang mendominasi kriteria ketua kordinator wilayah provinsi setiap capres unggulan karena tingkat kemampuan kualitas politiknya seharusnya yang mumpuni untuk membimbing masyarakat daerah dalam politik.

Idealnya ketua tim pemenangan daerah seharusnya dapat dilihat secara seksama oleh partai politik pusat, setidaknya ada pendekatan untuk misi membangun masyarakat daerah yang lebih dalam ilmu politiknya sehingga para pemimpin di pusat tidak hanya mengandalkan pemenangan buta dalam politik pilpres tersebut.

Jika pandangannya dalam batasan berbagai cara tanpa memandang faktor nilai (value) lain maka tidak berbeda mereka yang punya kekuasaan justru lebih efektif menggunakan berbagai cara termasuk menekan penyelenggara pemilu untuk memenangkan suara calon yang diunggulkannya.


Satu Box = 5 Saset, 1 Saset 2 Kali Pakai, Harga Rp. 250.000,-
Transfer 0431232969, Kirim Alamat Ke  0838-1922-8233

Karena apa? Tentu saja karena nilai pendekatan untuk kebaikan perubahan hidup dalam politik masyarakat daerah tidak perlu digubris dan pemimpin partai dipusat hanya membutuhkan suara masyarakat daerah dan tidak mementingkan membangun masa depannya yang lebih baik dalam politik dan pengembangan demokrasi pada masyarakat daerah.

Ada daerah provinsi yang normal dalam politik, ada juga daerah yang sama sekali lemah dalam politik khususnya dalam standar politik masyarakat dimana politik masyarakat jauh dari batasan standar demokrasi. Nah karena itu kebodohan masyarakat daerah seharusnya dapat diberi kesempatan dipulihkan dengan momentum pemilihan calon presiden tersebut yang berlangsung lima tahun sekali

Karena itu seleksi pimpinan tim kordinasi daerah sudah seharusnya mendapat prioritas dan bisa mengangkat orang-orang yang berkemampuan yang maksimal dalam organisasi, dalam pemikiran politik daerah, dalam pembangunan demokrasi.

Karena dengan pimpinan tim pemenangan calon presiden yang diberi kesempatan kepada mereka yang memiliki sumberdaya yang bagus tentu masyarakat dapat diberi pemahaman dalam ilmu politik sehingga tidak terbangun politik abal-abal dalam pembangunan politik dimasyarakat daerah.

Karena mereka menjadi harapan masyarakat yang bisa membangun aspirasi masyarakat daerah kepada pemerintah pusat terutama kepada presiden secara langsung. Dengan pertimbangan tersebut tentu secara umum tim capres tentu harus berpengalaman dalam dalam politik dan memiliki wawasan yang luas sebagaimana ilistrasi calon presiden dimaksud.

Sebenarnya masyarakat dapat menilai pimpinan partai politik pusat dalam menempatkan ketua pemenangan pilpres daerah sebagai sebuah misi yang dianggap punya political will yang baik terhadap masyarakat daerah. Kalau hal ini tidak digunakan untuk memberi pendidikan politik kepada masyarakat daerah maka pimpinan partai yang bersangkutan harus menggunakan momentum pilpres dalam perspektif pendidikan politik dan meningkatkan kualitas berdemokrasi masyarakat di daerah agar tidak hanya mengusung "issue sentimen" dalam politik yang memecah belah dalam emosi masyarakat.

Maka dalam pandangan politik jangan sampai hanya terlihat bahwa pimpinan partai politik pusat sengaja memilih sebatas politisi yang bisa diperas uangnya, atau karena masyarakat bodoh maka sengaja ditempatkan orang yang juga bodoh dalam politik yang penting bisa mengatur orang dengan cara-cara militeristik yang justru merusak pembangunan demokrasi rakyat.

Minimal politisi akademisi atau politisi yang berbasis membaca dan menulis yang wawasan politiknya bisa membawa masyarakat daerah untuk memahami politik nasional dan minimal yang bisa memberi motivasi kepada masyarakat daerah dalam pendidikan politiknya.

Karena itulah ketua tim pemenangan pemilihan daerah seharusnya dibuka ruang seleksi kepada politisi daerah atau unsur masyarakat daerah yang bisa menjadi peluang memberi inspirasi untuk perubahan sosial dalam politik dan pemerintahan sehingga terjalin komunikasi yang baik antara pemerintah dengan pejabat daerah dan masyarakat daerah.

Salam





Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil