Ulama Yang Mengancam Perang, Ulama Tak Memiliki Ilmu Alias Ulama Talk Nonsense

Oleh : Godfathers



Ulama (bahasa Arab: العلماء, har. 'orang-orang berilmu, para sarjana') merupakan orang-orang yang memiliki dan ahli dalam ilmu agama dan ilmu-ilmu umum lainnya yang berkaitan dengan kemaslahatan umat. Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam kitabnya Jami’ul Bayan mengartikan ulama sebagai orang yang Allah SWT jadikan sebagai pemimpin umat manusia berkaitan dengan perkara hukum, ilmu, agama, dan dunia. Sedangkan menurut Ibnul Qayyim dalam I’lamu Muwaqqi’in, ulama itu ialah seorang pakar dalam hukum Islam, yang berhak berfatwa di tengah-tengah umat, yang menyibukkan diri dengan mempelajari hukum-hukum Islam dan menyimpulkannya, serta yang merumuskan kaidah-kaidah halal dan haram.

Di Indonesia, orang-orang yang disebut ulama ialah orang-orang yang memiliki keahlian dalam bidang agama terutama fiqih, serta orang yang memiliki integritas moral, akhlak yang baik, dan dekat/melebur dengan umat, utamanya masyarakat lapisan bawah. Dengan syarat di ataslah, seseorang baru “diakui” sebagai ‘alim oleh umatnya. Adapun orang yang hanya ahli dalam suatu bidang keilmuan lebih cenderung disebut sebagai intelektual atau cendekiawan muslim.

Dalam Al-Qur’an, ayat yang membahas terkait Ulama ialah QS Fathir: 28.


Ayo Bisnis Bersama Raffi Ahmad, Klik Link : : https://affilio.co.id Isi Kode Refferal : tarabubakar

https://www.instagram.com/reel/CqoOfr-Np_W/?igshid=NTc4MTIwNjQ2YQ==


Muhammad Quraish Shihab dalam karyanya Tafsir Al-Misbah menyebut ulama sebagai seorang yang memiliki pengetahuan yang jelas terhadap agama, Al-Qur’an, dan ilmu fenomena alam. Pengetahuan tersebut mengantarkan seseorang memiliki rasa khasyyah (takut) kepada Allah. Ulama juga mempunyai kedudukan sebagai pewaris Nabi yang mampu mengemban tugas-tugasnya serta memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah.

Namun seseorang dikatakan ulama tidak terbatas pada simbol, atribut, ataupun gelar yang melekat pada dirinya seperti Kyai, Ustadz, dan pendakwah, karena hal tersebut dapat menimbulkan kekeliruan dalam menilai seseorang.

Dengan demikian, konsep ulama menurut Quraish Shihab ialah mengacu pada sifat-sifat, bukan hanya sekadar pada gelar atau atribut llahiriah semata.

Artinya, kemuliaan tidak bergantung pada gelar atau jabatan tertentu, melainkan pada ketakwaan dan kecintaan manusia kepada Allah ditambah dengan ilmu agama yang mumpuni yang dengan ilmu itu memberikan dampak positif terhadap kehidupan manusia secara umum. Ini menunjukkan bahwa ulama juga termasuk kaum intelektual yang membawa pencerahan kepada masyarakat sekitarnya.



Siapa saja yang termasuk ulama?

Apa syarat syarat disebut ulama?

Pertama, ulama haruslah orang yang pakar tentang ilmu akidah. Menurut Kiai Ghufron, seorang ulama sudah seharusnya mampu menyampaikan tentang persoalan akidah, mengenalkan manusia kepada keesaan dan kesucian Allah SWT. Kedua, ulama haruslah pakar tentang ilmu-ilmu syariat.

Mengapa para ulama disebut sebagai pewaris para nabi dan rasul?

Dikatakan pewaris, karena para ulama mewarisi ilmu para Nabi, bukan mewarisi materi berupa dirham maupun dinar. Ilmu dalam konteks ini adalah ilmu agama.

Menurut hadis siapa yang menjadi pewaris para nabi?

Menurut beliau, beberapa ciri-ciri ulama pewaris nabi antara lain: Memiliki keimanan yang kokoh, ketakwaan yang tinggi, berjiwa istiqamah dan konsisten terhadap kebenaran; Memiliki sifat-sifat kerasulan: jujur (shiddiq), amanat (amanah), cerdas (fathanah) dan menyampaikan (tabligh)

Ulama itu ada berapa?


Imam Ghazali membagi menjadi dua kategori. Tokoh bergelar hujjatul Islam itu menjelaskan kategori pertama adalah ulama akhirat dan ulama su (ulama buruk) atau ulama yang lebih mementingkan keduniawiaannya.


Sedangkan ulama akhirat adalah ulama yang sederhana, bersahaja, dan tidak berlebihan dalam kenikmatan. Hal ini di sampaikan Imam Ghazali dalam sebuah karyanya Mukasyafat al-Qulub, beliau mengingatkan agar membedakan mana ulama yang su’ dan mana ulama akhirat.

Siapa yang Pantas Disebut ulama?


Ulama (bahasa Arab: العلماء, har. 'orang-orang berilmu, para sarjana') merupakan orang-orang yang memiliki dan ahli dalam ilmu agama dan ilmu-ilmu umum lainnya yang berkaitan dengan kemaslahatan umat.


Orang ahli ilmu adalah orang yang memahami segala sesuatunya berdasarkan ilmu sebelum dia melakukan tindakan atau ibadah. Pengertian ahli ibadah di sini adalah orang yang ritual ibadahnya bagus, namun belum tentu dilandasi dengan pemahaman keilmuan yang cukup mengapa dia betibadah.

Alasan orang yang berilmu lebih utama dari pada orang yang ahli ibadah saja karena tanpa ilmu seseorang tidak dapat beribadah dengan baik. Tanpa ilmu seseorang yang ahli ibadah atau giat dalam beribadah maka ibadah yang dikerjakannya tidak diterima.

Mengapa Allah menyuruh kita untuk mencari ilmu?


Mengapa wajib bagi setiap Muslim untuk menuntut ilmu? Karena ada banyak keutamaan ilmu. Beberapa keutamaan ilmu diantaranya adalah: Ilmu adalah kekhususan, ilmu adalah keistimewaan yang Allah subhanahu wa ta'ala khususkan hanya untuk manusia semata.


Apa hukum orang yang tidak mengamalkan ilmunya?


Jika seorang yang berilmu tidak mengamalkan ilmunya baik untuk dirinya maupun untuk manusia seluruhnya, maka akan dilaknat oleh Allah Swt. Dengan demikian, nyatalah, bahwa keutamaan yang dikhususkan bagi orang-orang yang berilmu akan batal manakala ia tidak diamalkan. Dalam hal ini Rasulullah Saw.


Apa hukuman bagi orang yang menyembunyikan ilmu?


Nabi Muhammad  bersabda: Barangsiapa ditanya tentang sesuatu ilmu lalu ia menyembunyikannya maka ia akan diberi kekang pada hari kiamat dengan tali kekang dari neraka.


Apa manfaat dari mengajarkan ilmu kepada orang lain?


Berbagi ilmu gak cuma membuat orang lain merasa senang dan lebih dekat pada kita, tapi ini akan membuat kita merasa lebih dekat dengan mereka. Berlaku baik dan murah hati juga akan membawa orang lain berpikir lebih positif.

Apa tugas para ulama?


Dengan demikian, tugas pokok ulama adalah berdakwah dan mendidik. Apabila ada ulama yang menjadi politisi dan pengurus organisasi sosial keagamaan, kegiatan berdakwah dan mendidik tidak harus mereka tinggalkan.


Dalam hadis riwayat Abu Nu'aim dijelaskan setidak-tidaknya ada lima sifat ulama, yaitu yang pertama, menghilangkan keraguan, menanamkan keyakinan. Kedua, menghilangkan riya, menanamkan keikhlasan. Ketiga, menghilangkan kegemaran dunia, menanamkan zuhud

Keempat, menghilangkan sifat sombong, menanamkan sifat tawadhu (rendah hati). Kelima, menghilangkan sifat permusuhan, menanamkan perdamaian. 


Jika sikap dan fatwa ulama tak menyejukkan, bahkan meresahkan dan membangkitkan rasa permusuhan di kalangan umat, tentu hal itu membuat umat makin bingung.


Terlebih lagi jika para ulamanya saling berseteru, menghujat, dan menghalalkan darah saudaranya, keresahan dan perseteruan di kalangan umat bisa lebih dahsyat lagi


Salam


Bisnis Affilio Gratis

Banyak orang ingin berubah hidupnya dengan cara berdagang/ berbisnis.


Atau yang sekarang sedang berbisnis ingin mencoba bisnis baru untuk menciptakan sumber penghasilan tambahan.


Namun kebanyakan dari mereka hanya *INGIN SAJA*, tidak ada action apapun. Terkadang masalahnya adalah takut menggangu waktu dari pekerjaan ataupun bisnis utamanya.


Nah … sekarang ada bisnis yang tidak mengganggu waktu dan aktivitas utama kamu. Kerjanya cuma share link produk aja di story WA, IG dan FB.


*Bisnis apa itu?*

Bisnis Affiliasi Produk di Marketplace Affilio.


Dengan menjadi pengguna aplikasi affilio kita bisa mempromosikan produk dari tangan pertama (suplier) dengan cara *sebar link / share link produk* dan keuntungan serta harga jual dari produknya kita yang menentukan.


Selain itu, di aplikasi affilio kita akan di pandu cara menghasilkan jutaan rupiah melalui VIDEO PETA yang dibawakan langsung oleh brand ambasador affilio yaitu *RAFFI AHMAD.*


Mau tau caranya?

Download aplikasinya sekarang juga di *affilio.co.id*

Kode : tarabubakar


Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil